waktunya Vicky mulai dunia baru vicky...
putus dengan kekasih mungkin sesuatu yang sangat menyakitkan. tapi itu memang harus terjadi...
mengingat kisah-kisah yang lalu. kenapa Vicky selalu menyakiti pria??
Tuhan, apa ini mauMu untuk hidupkuh??
saya bangga saya telah merasakan perih. saya adalah seorang anak kecil yang hanya bisa menangis ketika sesuatu yang tidak kuinginkan satang.
Hun, aku minta maav atas semua yang telah aku perbuat. aku nggak nyangka kamu bisa ngerasain sesakit ini. karena aku percaya kamu sangat sayang sama aku.
aku mengharapkan kamu mendapatkan wanita yang lebih baik daripada aku.
mungkin ada baiknya buat kamu sendiri, gag ada lagi yang ngelarang kamu rokok'an, gag ada lagi yang bikin kamu jeles karena teman-temanku, gag ada lagi anak kecil yang susah diatur dan tidak mau tau
semua itu gak ada lagi hun,,
satu yang pengen banget aku katakan buat kamu, aku belum pernah merasakan cinta yang kayak gini,,
mungkin ini bakal jadi kenangan manis buat hidupku. pernah mencintai orang yang tepat. aku nggak bisa membohongi diriku sendiri.
tapi karena ini harus terjadi, aku mau kamu tau betapa jenuhnya aku dengan semua ini. aku mau kamu tau betapa aku nggak tahan menunggu saat-saat bisa bertemu dengan kamu, aku lelah hun...
aku sangat lelah...
aku nggak kuat membendung perasaan ini lebih jauh. aku takut bakal berakibat fatal buat kehidupanku yang lain. sekolah, keluarga, cita-cita, cinta, dll.
sumpah hari ini aku nangis seharian untuk berpikir. benarkah keputusan ini??
ternyata kita harus belajar sakit hati
Minggu, 04 Oktober 2009
Selasa, 29 September 2009
i was free
friends, actually happened on November 18th was the end of the struggle I was after the diet 40 days.
I was free, friends
I'm no longer a pathetic fat girl as before
I am free from old wounds that I suffered from 5 years ago.
I was always a loser , because weight loss was the most frightening thing for me
I revenge on all those who mocked me
I can diet!
not like what they say about me
now I'm a teenage girl who is confident
I ended a relationship with fat
I feel pretty
I can not hide my feeling happy today
I'll announce it in December
before I could take pictures with sweet bikini
I'll send you all my happy picture via a message to you
because you are the person who makes me spirit
I was free, friends
I'm no longer a pathetic fat girl as before
I am free from old wounds that I suffered from 5 years ago.
I was always a loser , because weight loss was the most frightening thing for me
I revenge on all those who mocked me
I can diet!
not like what they say about me
now I'm a teenage girl who is confident
I ended a relationship with fat
I feel pretty
I can not hide my feeling happy today
I'll announce it in December
before I could take pictures with sweet bikini
I'll send you all my happy picture via a message to you
because you are the person who makes me spirit
Rabu, 09 September 2009
???
huuuwwwwwhhhh,,,, padahal harusnya dia kan ngalah sama akuwh... huufffff sangat menyebalkan... aku tau apa yang aku mau, dan aku melakukannya karena aku mau. kalo gitu caranya hidupkuh malah kacau!
huuuuufff,,,, akuh jadi salah tingkah inih..... aku berusaha mau ngalah sama dia tapi ternyata nggak bisa. mungkin waktu bisa menjawabnya. aku bosan terus-terusan harus dirudung kebingungan yang sangat besar, apakah hun milkku?
huuuuufff,,,, akuh jadi salah tingkah inih..... aku berusaha mau ngalah sama dia tapi ternyata nggak bisa. mungkin waktu bisa menjawabnya. aku bosan terus-terusan harus dirudung kebingungan yang sangat besar, apakah hun milkku?
for my friend....
Saya pikir semua wanita itu cantik…
Wanita yang cantik di mata pria itu adalah wanita yang tangguh. Tapi ia akan selalu menangis. Dengan itu ia akan mengisi kekuatan dalam batinnya.
Wanita yang cantik itu akan selalu menjadi tempat berteduh setiap insan yang tertimpa badai, sentuhan tangannya melambangkan kedamaian, pelukannya membuat jantung berdetak lebih lamban
Wanita yang cantik itu wanita yang mandiri dan kuat, mampu menghadapi semua masalah sendirian walaupun terkadang ia harus mengharap saran dari orang lain
Wanita yang cantik itu mengasihi sesama manusia seperti ia mendandani diri sendiri, memberi dan tidak kenal pamrih, tulus tanpa memiliki pikiran negatif
Wanita yang cantik itu bisa melindungi diri sendiri walau telah tertimpa masalah dan jatuh tergeletak namun ia memiliki kekuatan untuk bangkit lagi
Wanita yang cantik itu memiliki daya tarik fisik pula, jika ia ingin memiliki bibir seksi yang menawan ia harus bertutur kata yang baik dan tidak pernah menyakiti orang lain, jika ia ingin langsing ia harus rajin berpuasa dan memberikan makanannya kepada orang-orang yang membutuhkan, jika ia ingin memiliki kulit yang indah ia harus menutupi tubuhnya dengan baju yang sopan agar tidak terkena sinar matahari ataupun pendingin ruangan
Wanita yang cantik itu memiliki ambisi yang besar, sungguh memalukan baginya bila memimpikan suami yang kaya raya untuk menumpang hidup dengannya.
Wanita yang cantik itu menganggap setiap masalah adalah kekuatan tambahan dalam hidupnya, penyelesaian adalah awal dari segalanya
Wanita yang cantik itu mampu hidup pada saat sejuk, dingin bersalju ataupun kering kerontang pada saat kemarau
Taukah kamu mengapa Tuhan menciptakan lelaki lebih sedikit daripada jumlah wanita? Itu semua karena Tuhan mengaggungkan seorang wanita, dan Ia tidak rela bila banyak lelaki mempermainkan ketulusan hatinya. Wanita adalah makhluk yang paling sempurna di dunia ini. Namun memiliki satu kelemahan, MEREKA TIDAK MENYADARI KEINDAHAN DIRI MEREKA YANG SEBENARNYA.
Wanita yang cantik di mata pria itu adalah wanita yang tangguh. Tapi ia akan selalu menangis. Dengan itu ia akan mengisi kekuatan dalam batinnya.
Wanita yang cantik itu akan selalu menjadi tempat berteduh setiap insan yang tertimpa badai, sentuhan tangannya melambangkan kedamaian, pelukannya membuat jantung berdetak lebih lamban
Wanita yang cantik itu wanita yang mandiri dan kuat, mampu menghadapi semua masalah sendirian walaupun terkadang ia harus mengharap saran dari orang lain
Wanita yang cantik itu mengasihi sesama manusia seperti ia mendandani diri sendiri, memberi dan tidak kenal pamrih, tulus tanpa memiliki pikiran negatif
Wanita yang cantik itu bisa melindungi diri sendiri walau telah tertimpa masalah dan jatuh tergeletak namun ia memiliki kekuatan untuk bangkit lagi
Wanita yang cantik itu memiliki daya tarik fisik pula, jika ia ingin memiliki bibir seksi yang menawan ia harus bertutur kata yang baik dan tidak pernah menyakiti orang lain, jika ia ingin langsing ia harus rajin berpuasa dan memberikan makanannya kepada orang-orang yang membutuhkan, jika ia ingin memiliki kulit yang indah ia harus menutupi tubuhnya dengan baju yang sopan agar tidak terkena sinar matahari ataupun pendingin ruangan
Wanita yang cantik itu memiliki ambisi yang besar, sungguh memalukan baginya bila memimpikan suami yang kaya raya untuk menumpang hidup dengannya.
Wanita yang cantik itu menganggap setiap masalah adalah kekuatan tambahan dalam hidupnya, penyelesaian adalah awal dari segalanya
Wanita yang cantik itu mampu hidup pada saat sejuk, dingin bersalju ataupun kering kerontang pada saat kemarau
Taukah kamu mengapa Tuhan menciptakan lelaki lebih sedikit daripada jumlah wanita? Itu semua karena Tuhan mengaggungkan seorang wanita, dan Ia tidak rela bila banyak lelaki mempermainkan ketulusan hatinya. Wanita adalah makhluk yang paling sempurna di dunia ini. Namun memiliki satu kelemahan, MEREKA TIDAK MENYADARI KEINDAHAN DIRI MEREKA YANG SEBENARNYA.
MEREKA BILANG TUHANPUN TIDAK MAMPU MELAKUKANNYA
Pada waktu kelas dua belas, aku berubah menjadi sangat pemalas. Entah itu karena aku terlalu lelah menjadi anggota OSIS selama kelas sebelas atau bagaimana aku tak tau. Aku sempat hilang kendali dan tidak pernah belajar. Aku memohon pada ayahku untuk membiayai aku ikut bimbingan belajar yang agak mahal. Aku pikir itu akan membantuku belajar nantinya. Aku menghabiskan waktu belajarku dengan bermain, pergi ke mall, dan menonton film. Hingga pada suatu saat aku muak dengan semua pelajaran. Aku sudah bosan pergi ke sekolah. Sangat melelahkan dan membosankan bagiku. Aku tak pernah pergi ke tempat les padahal diantara semuanya hanya aku yang menbayar lunas biaya belajar mengajar di lembaga itu, banyak dari mereka yang masih menyicil. Melihat itu semua teman-temanku mulai khawatir diantara mereka selalu meemehkan aku. Tapi aku tak jua mendengarkan mereka. Aku terus menghabiskan waktuku dengan bermain dan bermain.
Aku ingat kata seorang temanku “ kamu kok nggak niat sekolah seh , Vik?! Sebentar lagi mau UNAS. Apa yang kamu pikirin?” dan aku tak pernah menggubrisnya. Satu kata lagi yang pernah membuat aku sakit hati temanku pernah bilang “ ya nggak mungkinlah Vicky bisa masuk SNMPTN. Itu mustahil, dia kan nggak pernah belajar!” tapi aku tetap santai dan tidak terlalu pusing memikirkannya.
Pada suatu ketika aku pulang ke rumah orangtuaku yang ada di Negara, Bali. Mereka menanyakan serius tentang cita-citaku. Dan aku mulai memikirkannya. Apa yang akan kulakukan setelah aku lulus kuliah? Aku tak boleh salah jalan. Aku ingin menjadi apa? Dan ini kali pertama aku memikirkannya. Aku sudah gagal menjadi seoarang ahli tehnik mesin karena aku adalah anak Sosial. Aku ingin menjadi seorang manajemen, aku ingin mempunyai bisnis pribadi, dan aku harus punya uang banyak. Itulah yang terlintas di benakku. Tapi hal yang paling kuat bergelanyut dalam otakku adalah uang. Kenapa tidak aku bekerja saja? Aku tak perlu buang-buang waktu untuk bersekolah. Aku sudah muak dengan pelajaran, dan aku harus punya uang sebanyak-banyaknya. Dan sampai akhir masa study di sekolah aku tetap bersih keras ingin bekerja. Aku memutuskan untuk mengambil kuliah pengembangan profesi. Aku punya rencana-rencana yang sudah tersusun rapi. Apabila aku lulus, aku telah memiliki pengalaman bekerja, aku meneruskan s1 dengan uangku sendiri dan aku akan membuka bisnis lapangan pekerjaan.
Rencana itu sudah terlalu rapi, dan aku sangat yakin bisa melaluinya. Aku merasa mampu, dan aku akan berusaha sekuat tenaga. Aku sudah sangat muak dengan pelajaran dan aku tak mau lagi merasakan bosannya bangku perkuliahan yang harus kuhabiskan selama 4 tahun. Tapi semua rencana itu dikacaukan oleh ayahku yang ternyata tak setuju dengan ideku. Ayahku merasa tak dihargai dengan ide tersebut. Aku dipaksa harus sekolah, harus kuliah dan punya gelar. Oh, tidak! Wajar bila aku memikirkan adikku yang juga akan berkuliah. Bila aku sekarang mengambil gelar sarjana, apakah umur ayah masih cukup untuk membiayai kami semua mengenyam bangku perkuliahan. Aku merasa jadi orang yang tak berdaya saat itu. Aku terus berpikir, bagaimana caranya aku dapat membiayai adik-adikku. Bila aku nekat mengikuti SNMPTN pun aku rasa tidak mungkin. Aku tak pernah belajar, tak pernah masuk les, dan muak dengan pelajaran. Aku terus-terusan membayangkan bangku kuliah yang sangat mahal bagiku.
Ayahku terus memaksa aku harus ikut SNMPTN agar biaya kuliahku murah. Namun aku merasa tak mungkin. Aku benar-benar tak mampu. Aku malu bila nantinya ternyata aku tak diterima di universitas yang aku inginkan. Tapi karena aku harus melakukannya akhirnya aku memutuskan untuk membeli formulirnya. SNMPTN adalah ujian nasional untuk masuk ke perguruan tinggi. Ikut jalur khusus saja yang hanya bersaing dengan anak-anak seregional aku merasa tak mampu, apalagi harus bersaing dengan ribuan orang di Indonesia. Akhirnya inilah keputusanku, aku harus mengikutinya dan sekolah professional yang telah aku lunasi uang mukanya itu menjadi cadanganku bila aku tidak diterima di perguruan tinggi negeri.
Aku terus bergumul, aku lupa bahwa aku punya Tuhan yang sanggup. Aku memohon ampun kepadaNya. Aku berdoa, dan inilah yang kukatakan “ Tuhan, berikan aku hati yang mengampuni bila nanti aku gagal dan ayahku terus mengolokku didepan keluarga besarnya. Tuhan beri aku hati yang mengasihi, apabila mereka merendahkanku”. Aku mengucapkan doa itu seolah aku tau bahwa aku akan kalah. Aku sudah kalah. Aku memberikan buku-buku lesku pada teman-teman yang membutuhkan, karena aku merasa sudah tak ada gunanya lagi belajar. Teman-temankupun bilang, aku tak mungkin berhasil. Dan aku megakui kekuranganku.
Pada saat test itu berlangsung, aku menyerahkannya semua pada Tuhan. Bila aku tidak diterima berarti memang wajar dan aku dengan lapang dada akan menerimanya. Soal demi soal kukerjakan tanpa berpikir seperti teman-teman lainnya yang dengan serius mengerjakan. Ketika waktu test hari pertama berakhir. Aku menulis sebuah kalimat di Lembar Jawaban –JESUS HELP ME-. Dan aku tersenyum melihat tulisanku sambil membatin “ huh, andai aku belajar dari dulu pasti aku bisa mengerjakannya”. Hari keduapun dimulai dan kuteliti biodataku. Dan ada sesuatu yang kutemukan, bahwa aku lupa mengisi data nomor ujian test pada hari pertama. Astaga! Aku benar-benar ceroboh. Dari data saja aku sudah salah. Pasti kertas ujianku akan dibuang. Ini sangat menyakitkan buat aku. Aku sedih sekali. Namun aku berusaha menghibur diri. “Tuhan Vicky hanya minta hati yang mengampuni”
Tak terasa hari-hari berlalu, tanggal pengumumam hasil test diselenggarakan. Aku tak berharap banyak. Aku yakin aku telah kalah. Satu-satunya yang kuminta adalah hati yang mengampuni. Dan malam hari hasil sudah diumumkan. Aku tak kuasa melihat hasilnya. Aku menangis “ Tuhan, apa yang kurasakan saat ini?” aku tak menginginkan lolos SNMPTN, tapi mengapa Kau buat hatiku gelisah?”. Aku sangat takut melihat pengumuman di internet yang sudah beredar malam harinya. Aku sangat takut dan secara spontan mengirim pesan singkat pada semua teman-temanku “ kauand, gmn hsl SNMPTNnya ? Q ga msuk PTN. Hiks”. Merekapun menjawab ada yang lolos dan banyak yang gagal.. padahal aku sendiri belum tau jelas aku lolos ato tidak. Aku berdoa pada Tuhan sambil meneteskan air mata “Tuhan, bila aku tidak lolos, aku BERSYUKUR telah membantu teman-temanku hingga lolos. Aku memberikan buku-buku pelajaranku kepada mereka agar mereka dapat belajar”
Pada pagi hari terasa gelisah terus menerpaku. Seperti ada kekuatan magis yang menyeretku keluar untuk membeli koran pagi ini. Padahal hatiku berbicara AKU SUDAH GAGAL. Tapi ada kekuatan yang memaksaku untuk membeli Koran. Ketika Koran itu kubeli, melihat ratusan ribu nama-nama yang lolos aku terus melihat dan memperhatikan nama demi nama. Dan aku menemukan namaku disana. Aku sungguh tak percaya, aku sungguh terkejut. Ini seperti mimpi! Bagaimana mungkin? Dataku salah, aku tak pernah belajar, dan aku sangat yakin diriku gagal. Aku spontan berlutut dan menangis. Ini adalah sebuah keajaiban yang tak pernah kuduga sebelumnya. Ini sama sekali bukan kekuatanku. Ini 100% rancangan Tuhan. Tuhan tak pernah mau anaknya dipermalukan. Tuhan itu Allah yang luar biasa. Aku menyadari sebuah hal, orang-orang lemah dipakai Tuhan untuk menyatakan karyanya.
Aku ingat kata seorang temanku “ kamu kok nggak niat sekolah seh , Vik?! Sebentar lagi mau UNAS. Apa yang kamu pikirin?” dan aku tak pernah menggubrisnya. Satu kata lagi yang pernah membuat aku sakit hati temanku pernah bilang “ ya nggak mungkinlah Vicky bisa masuk SNMPTN. Itu mustahil, dia kan nggak pernah belajar!” tapi aku tetap santai dan tidak terlalu pusing memikirkannya.
Pada suatu ketika aku pulang ke rumah orangtuaku yang ada di Negara, Bali. Mereka menanyakan serius tentang cita-citaku. Dan aku mulai memikirkannya. Apa yang akan kulakukan setelah aku lulus kuliah? Aku tak boleh salah jalan. Aku ingin menjadi apa? Dan ini kali pertama aku memikirkannya. Aku sudah gagal menjadi seoarang ahli tehnik mesin karena aku adalah anak Sosial. Aku ingin menjadi seorang manajemen, aku ingin mempunyai bisnis pribadi, dan aku harus punya uang banyak. Itulah yang terlintas di benakku. Tapi hal yang paling kuat bergelanyut dalam otakku adalah uang. Kenapa tidak aku bekerja saja? Aku tak perlu buang-buang waktu untuk bersekolah. Aku sudah muak dengan pelajaran, dan aku harus punya uang sebanyak-banyaknya. Dan sampai akhir masa study di sekolah aku tetap bersih keras ingin bekerja. Aku memutuskan untuk mengambil kuliah pengembangan profesi. Aku punya rencana-rencana yang sudah tersusun rapi. Apabila aku lulus, aku telah memiliki pengalaman bekerja, aku meneruskan s1 dengan uangku sendiri dan aku akan membuka bisnis lapangan pekerjaan.
Rencana itu sudah terlalu rapi, dan aku sangat yakin bisa melaluinya. Aku merasa mampu, dan aku akan berusaha sekuat tenaga. Aku sudah sangat muak dengan pelajaran dan aku tak mau lagi merasakan bosannya bangku perkuliahan yang harus kuhabiskan selama 4 tahun. Tapi semua rencana itu dikacaukan oleh ayahku yang ternyata tak setuju dengan ideku. Ayahku merasa tak dihargai dengan ide tersebut. Aku dipaksa harus sekolah, harus kuliah dan punya gelar. Oh, tidak! Wajar bila aku memikirkan adikku yang juga akan berkuliah. Bila aku sekarang mengambil gelar sarjana, apakah umur ayah masih cukup untuk membiayai kami semua mengenyam bangku perkuliahan. Aku merasa jadi orang yang tak berdaya saat itu. Aku terus berpikir, bagaimana caranya aku dapat membiayai adik-adikku. Bila aku nekat mengikuti SNMPTN pun aku rasa tidak mungkin. Aku tak pernah belajar, tak pernah masuk les, dan muak dengan pelajaran. Aku terus-terusan membayangkan bangku kuliah yang sangat mahal bagiku.
Ayahku terus memaksa aku harus ikut SNMPTN agar biaya kuliahku murah. Namun aku merasa tak mungkin. Aku benar-benar tak mampu. Aku malu bila nantinya ternyata aku tak diterima di universitas yang aku inginkan. Tapi karena aku harus melakukannya akhirnya aku memutuskan untuk membeli formulirnya. SNMPTN adalah ujian nasional untuk masuk ke perguruan tinggi. Ikut jalur khusus saja yang hanya bersaing dengan anak-anak seregional aku merasa tak mampu, apalagi harus bersaing dengan ribuan orang di Indonesia. Akhirnya inilah keputusanku, aku harus mengikutinya dan sekolah professional yang telah aku lunasi uang mukanya itu menjadi cadanganku bila aku tidak diterima di perguruan tinggi negeri.
Aku terus bergumul, aku lupa bahwa aku punya Tuhan yang sanggup. Aku memohon ampun kepadaNya. Aku berdoa, dan inilah yang kukatakan “ Tuhan, berikan aku hati yang mengampuni bila nanti aku gagal dan ayahku terus mengolokku didepan keluarga besarnya. Tuhan beri aku hati yang mengasihi, apabila mereka merendahkanku”. Aku mengucapkan doa itu seolah aku tau bahwa aku akan kalah. Aku sudah kalah. Aku memberikan buku-buku lesku pada teman-teman yang membutuhkan, karena aku merasa sudah tak ada gunanya lagi belajar. Teman-temankupun bilang, aku tak mungkin berhasil. Dan aku megakui kekuranganku.
Pada saat test itu berlangsung, aku menyerahkannya semua pada Tuhan. Bila aku tidak diterima berarti memang wajar dan aku dengan lapang dada akan menerimanya. Soal demi soal kukerjakan tanpa berpikir seperti teman-teman lainnya yang dengan serius mengerjakan. Ketika waktu test hari pertama berakhir. Aku menulis sebuah kalimat di Lembar Jawaban –JESUS HELP ME-. Dan aku tersenyum melihat tulisanku sambil membatin “ huh, andai aku belajar dari dulu pasti aku bisa mengerjakannya”. Hari keduapun dimulai dan kuteliti biodataku. Dan ada sesuatu yang kutemukan, bahwa aku lupa mengisi data nomor ujian test pada hari pertama. Astaga! Aku benar-benar ceroboh. Dari data saja aku sudah salah. Pasti kertas ujianku akan dibuang. Ini sangat menyakitkan buat aku. Aku sedih sekali. Namun aku berusaha menghibur diri. “Tuhan Vicky hanya minta hati yang mengampuni”
Tak terasa hari-hari berlalu, tanggal pengumumam hasil test diselenggarakan. Aku tak berharap banyak. Aku yakin aku telah kalah. Satu-satunya yang kuminta adalah hati yang mengampuni. Dan malam hari hasil sudah diumumkan. Aku tak kuasa melihat hasilnya. Aku menangis “ Tuhan, apa yang kurasakan saat ini?” aku tak menginginkan lolos SNMPTN, tapi mengapa Kau buat hatiku gelisah?”. Aku sangat takut melihat pengumuman di internet yang sudah beredar malam harinya. Aku sangat takut dan secara spontan mengirim pesan singkat pada semua teman-temanku “ kauand, gmn hsl SNMPTNnya ? Q ga msuk PTN. Hiks”. Merekapun menjawab ada yang lolos dan banyak yang gagal.. padahal aku sendiri belum tau jelas aku lolos ato tidak. Aku berdoa pada Tuhan sambil meneteskan air mata “Tuhan, bila aku tidak lolos, aku BERSYUKUR telah membantu teman-temanku hingga lolos. Aku memberikan buku-buku pelajaranku kepada mereka agar mereka dapat belajar”
Pada pagi hari terasa gelisah terus menerpaku. Seperti ada kekuatan magis yang menyeretku keluar untuk membeli koran pagi ini. Padahal hatiku berbicara AKU SUDAH GAGAL. Tapi ada kekuatan yang memaksaku untuk membeli Koran. Ketika Koran itu kubeli, melihat ratusan ribu nama-nama yang lolos aku terus melihat dan memperhatikan nama demi nama. Dan aku menemukan namaku disana. Aku sungguh tak percaya, aku sungguh terkejut. Ini seperti mimpi! Bagaimana mungkin? Dataku salah, aku tak pernah belajar, dan aku sangat yakin diriku gagal. Aku spontan berlutut dan menangis. Ini adalah sebuah keajaiban yang tak pernah kuduga sebelumnya. Ini sama sekali bukan kekuatanku. Ini 100% rancangan Tuhan. Tuhan tak pernah mau anaknya dipermalukan. Tuhan itu Allah yang luar biasa. Aku menyadari sebuah hal, orang-orang lemah dipakai Tuhan untuk menyatakan karyanya.
Kamis, 02 Juli 2009
BINGUNG
Selama ini aku merasa nggak ada yang salah dari dirikuh...
selama ini aku merasa segala yang aku lakuin wajar...
mungkin aku beda dari anak-anak kebanyakan. aku hiperaktif dan nggak bisa diem, kadang-kadang aku betah menyendiri, kadang-kadang aku marah pada diri sendiri.
apa yang dipikirkan semua orang tentangku mungkin salah.
aku tau betul apa yang dilakuin tubuhku... dan semua itu menurut sistem yang sudah terkontrol.
1. Kenapa aku bisa hiperaktif dan nggak bisa diem?
jawab: karena aku beda sama yang lainnya. aku juga nggak tau apa yang terjadi pada tubuhku. kalo aku diem dan melakukan hal yang lambat, badankuh rasanya sakit semua. trus rasanya nyeri gitu. kalo semua orang bilang hal ini berlebihan, terserah. aku merasakannya... dan aku yang tau cara mengobatinya.
2. kenapa aku suka baca buku?
jawab: karena aku nggak punya hiburan lain. aku nggakpunya temen buat ngobrol, aku nggak pernah nonton tipi, aku anak kos yang tinggal sendirian
3. kenapa aku kadang-kadang marah sama diri sendiri?
jawab: karena aku pikir semua orang yang deket sama aku nggak sayang sama aku dan mereka cuma bisa menghakimi aku tanpa memberikan rasa perhatian yang aku maksud
4. Kenapa aku suka bermain, bermain dan bermain. aku suka hal2 yang membuat aku menari, aku suka barang-barang yang lucu. kadang bikin banyak orang berpikir aku kayak anak kecil?
Jawab: karena aku cuma anak kos yang sendirian, aku nggak punya pilihan kecuali berpetualang sendirian di duniakuh. aku rasa itu hal yang sangat menyenangkan. au takut bergaul dan akhirnya salah! aku mudah terpengaruh. daripada aku terpengaruh rokok, narkoba, miras, dll aku lebih baik bermain, bermain dan bermain di alamku sendiri.
5. kenapa aku benci cowok?
jawab: mereka aneh.........
aku bingung, aku bener-bener bingung. mereka nggak bener-bener tau apa yang jadi dasar dari semua ini. mereka cuma bisa menghakimi!
mereka lupa setiap manusia punya keunikan yang berbeda-beda, mereka harusnya menghargai itu. . . .
selama ini keunikankuh nggak pernah merugikan orang lain, aku nggak merokok, aku nggak ngedrugs,aku nggak pernah mukul orang lain, AKU NGGAK SEBURUK ITU
selama ini aku merasa segala yang aku lakuin wajar...
mungkin aku beda dari anak-anak kebanyakan. aku hiperaktif dan nggak bisa diem, kadang-kadang aku betah menyendiri, kadang-kadang aku marah pada diri sendiri.
apa yang dipikirkan semua orang tentangku mungkin salah.
aku tau betul apa yang dilakuin tubuhku... dan semua itu menurut sistem yang sudah terkontrol.
1. Kenapa aku bisa hiperaktif dan nggak bisa diem?
jawab: karena aku beda sama yang lainnya. aku juga nggak tau apa yang terjadi pada tubuhku. kalo aku diem dan melakukan hal yang lambat, badankuh rasanya sakit semua. trus rasanya nyeri gitu. kalo semua orang bilang hal ini berlebihan, terserah. aku merasakannya... dan aku yang tau cara mengobatinya.
2. kenapa aku suka baca buku?
jawab: karena aku nggak punya hiburan lain. aku nggakpunya temen buat ngobrol, aku nggak pernah nonton tipi, aku anak kos yang tinggal sendirian
3. kenapa aku kadang-kadang marah sama diri sendiri?
jawab: karena aku pikir semua orang yang deket sama aku nggak sayang sama aku dan mereka cuma bisa menghakimi aku tanpa memberikan rasa perhatian yang aku maksud
4. Kenapa aku suka bermain, bermain dan bermain. aku suka hal2 yang membuat aku menari, aku suka barang-barang yang lucu. kadang bikin banyak orang berpikir aku kayak anak kecil?
Jawab: karena aku cuma anak kos yang sendirian, aku nggak punya pilihan kecuali berpetualang sendirian di duniakuh. aku rasa itu hal yang sangat menyenangkan. au takut bergaul dan akhirnya salah! aku mudah terpengaruh. daripada aku terpengaruh rokok, narkoba, miras, dll aku lebih baik bermain, bermain dan bermain di alamku sendiri.
5. kenapa aku benci cowok?
jawab: mereka aneh.........
aku bingung, aku bener-bener bingung. mereka nggak bener-bener tau apa yang jadi dasar dari semua ini. mereka cuma bisa menghakimi!
mereka lupa setiap manusia punya keunikan yang berbeda-beda, mereka harusnya menghargai itu. . . .
selama ini keunikankuh nggak pernah merugikan orang lain, aku nggak merokok, aku nggak ngedrugs,aku nggak pernah mukul orang lain, AKU NGGAK SEBURUK ITU
Rabu, 01 Juli 2009
huff,, PTN..
gilak! hari ini kayak baru aja ikutan perang jalur GAZA. keringat mengucur tanpa henti menunggu eksekusi mati. haha
huh,,, hari ini benar-benar horor. tapi nggak tau kenapa rasanya kok nggak ada yang berat gitu. gag kayak atmosfer pas UNAS yang bener-bener horor gitu. aku lhoh nggak ngurus mau masuk PTN ato nggak. yah paling-paling ini buat mempertaruhkan harga diri di depan mata adek-adekq.
SNMPTN beneran nggak kayak yang ada di bayanganku, mungkin karena aku nggak segitu-gitu amat pengen masuk PTN.
Hmm... dari 60 soal, aku mengerjakannn.............. 20! haha..
itupun hanya Tuhan yang tau smuanya bener ato nggak, yang penting sang pahlwan udah berusaha
huh,,, hari ini benar-benar horor. tapi nggak tau kenapa rasanya kok nggak ada yang berat gitu. gag kayak atmosfer pas UNAS yang bener-bener horor gitu. aku lhoh nggak ngurus mau masuk PTN ato nggak. yah paling-paling ini buat mempertaruhkan harga diri di depan mata adek-adekq.
SNMPTN beneran nggak kayak yang ada di bayanganku, mungkin karena aku nggak segitu-gitu amat pengen masuk PTN.
Hmm... dari 60 soal, aku mengerjakannn.............. 20! haha..
itupun hanya Tuhan yang tau smuanya bener ato nggak, yang penting sang pahlwan udah berusaha
Langganan:
Postingan (Atom)
